Kamis, 06 Juni 2013
MANFAAT MEMAFKAN
Dalam perjalanan hidup setiap manusia ketika berinteraksi sosial, tidak lepas dari permasalahan dan konflik dengan orang lain. Adakalanya rasa benci, marah, kesal dan rasa sakit hati tidak semua dapat diungkapkan, terutama jika berhubungan dengan orang-orang yang kita segani, kita takuti, bahkan pada orang yang kita sayangi. Bisa juga pikiran kita yang terlanjur berasumsi kalaupun diungkapkan akan makin menambah masalah. Beberapa orang beranggapan lebih baik menyimpan rasa sakit hati dan amarah dalam hati, bahkan ada yang betah menyimpannya selama bertahun-tahun. Jangankan untuk memaafkan orang lain yang telah membuat sakit hati, melupakan kejadiannya saja sangat sulit untuk dilakukan . Dari bibir terucap “iyalah aku maafkan dia ..”, namun dalam hati belum tentu. Maaf adalah kata yang mengandung makna teramat dalam, namun sulit dipraktekkan untuk menjadi satu kesatuan antara ucapan secara verbal dan di dalam lubuk hati.
Memaafkan bukan berarti melupakan, tapi memberi kesempatan diri sendiri untuk menghapus rasa kesal dan dendam pada orang lain. Dengan demikian rasa marah dan tekanan yang mengganggu emosi pun dapat diredakan. Akibatnya pikiran jadi lebih tenang dan jauh dari stress. Sebenarnya tak hanya itu saja manfaat kesehatan dari memaafkan orang lain. Secara ilmiah, memaafkan seseorang yang telah menyakiti kita bukan hanya menyehatkan rohani tetapi juga bermakna positif bagi kesehatan tubuh. Secara sosial memaafkan merupakan wujud kebesaran jiwa dan perilaku yang dianggap baik. Ada banyak manfaat kesehatan dari memaafkan seperti dilansir Mayo Clinic & Telegraph, antara lain :
1. Hindari tekanan darah tinggi. Para peneliti University of California, San Diego menemukan bahwa orang-orang yang bisa melepaskan kemarahannya dan memaafkan salah orang lain cenderung lebih rendah resikonya mengalami lonjakan tekanan darah.
2. Terhindar dari Resiko Penyalahgunaan Obat dan Alkohol. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa rasa dendam dan permusuhan dapat memicu tekanan darah tinggi. Stress muncul ketika kita merasa kecewa atau tersakiti. Memaafkan adalah sebuah proses perdamaian dengan diri sendiri. Seseorang yang memberi maaf justru akan merasa rileks untuk menerima kondisinya.
3. Turunkan Resiko Serangan Jantung. Para ilmuwan membuktikan bahwa permintaan maaf yang ditujukan pada seseorang bisa meningkatkan kesehatan jantungnya. Orang yang mengalami perlakuan kasar akan mengalami peningkatan tekanan darah yang memicu serangan jantung. Namun ketika mendengar kata “maaf”, tekanan darah akan menurun kembali.
4. Jauh dari Stress dan Depresi. Penelitian yang dimuat Personality and Social Psychology Bulletin menemukan bahwa memaafkan secara positif dapat mengurangi gejala depresi. Tak hanya itu, memaafkan akan mengembalikan pikiran positif dan memperbaiki hubungan. Selain itu memaafkan juga berkaitan dengan perilaku positif lain, seperti sifat dermawan, murah hati dan tidak mudah tertekan.
Sedangkan dari sisi agama, salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan, “….dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (QS. An Nuur 24:22). Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur’an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab meraka mudah marah terhadap kesalahan apapun yang diperbuat orang lain. Padahal Allah telah menganjurkan bahwa memaafkan adalah lebih baik.
Pada dasarnya memaafkan memang lebih sulit daripada meminta maaf. Mengapa? Karena seseorang merasa lebih memiliki “power” untuk memberi maaf atau tidak, juga bisa karena merasa tidak punya “kepentingan” untuk memaafkan atau tidak. Sementara meminta maaf adalah sebuah kebutuhan, sebuah dorongan dari rasa bersalah. Agak melelahkan memang menyimpan amarah dan sakit hati demikian lama, beberapa orang tidak menyadari bahwa gangguan fisik yang dirasakan adalah akibat dari emosi negatif yang terpendam lama, namun lebih banyak lagi orang yang memang “tidak mau” memaafkan.
“Tidak ada manusia yang sempurna”, mari berlapang dada dan berbesar hati untuk memaafkan kesalahan orang lain pada kita.
Langganan:
Komentar (Atom)